Dreamer-Girl

Lalu Pulas

Malam tak benar ingat bagaimana dinginnya udara hingga angkasa beserta awan
Terbuai oleh hujan yang telah habis, namun masih menyisakan bekas bening
Menempel di tanah,  daun-daun, rerumputan, dan juga ilalang bikin harum aroma
Tatkala kau termenung memandang bulan yang mempertanyakan keberadaannya sendiri, tapi tak juga kau rasakan sepi
Sebab percakapan demi percakapan bersama isi semesta tak pernah terlewatkan.

Mungkin kau letih menopang beban di pundak
Namun tak nampak ketika demikian banyak kerling bintang
Menjelma keriangan-keriangan yang tak juga usai
Meski kau jengah, meski alunan seruni tiada henti memanjakanmu
Sampai lesap sudah duka nestapamu.

Maka kau pejamkan saja mripat hitam yang nyaris sewarna dengan coklat kulitmu
Seraya melangitkan doa, hingga lara pun lengser dan terasa angin sejuk
Memeluk apa yang kau inginkan, juga segala yang diharapkan
Menjadi kembang di sepanjang liku jalan membentang
Lalu daun kering melenting kau remas, luka pun tandas, dan kau terlelap pulas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s