style teaser

Nafasmu Puisiku

riap udara sejuk kesiur melambai,
membelai lentik hijau ilalang
di sela-tengah laguna tak bernama,
surgaloka ketenangan jiwa.

kau menghela napas rindu;
sayarah, sedekat telapak lenganmu.

aku laksana seorang musafir
tersua aybetraya ramunam di lindap petang,
dan engkau menjelma layung jingga,
lesap berganti malam, namun terasa tetap ada.

di mana laut; di mana lembah,
di mana engkau melepaskan resah.

engkaulah nur bergelantung di ranting cemara,
berdenyar bikin tanda bagi pejalan yang hilang arah,
selangkah kini kubikin melesapkan gundah.
malam mampus dibunuh cahaya.

nafasmu puisi semesta;
napasmu puisi cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s