love_poems

Cinta Yang Baka

gerimis menapaki udara,
musim penghujan.
seperti lekat aroma santer cintamu
dilarungkan angin musim barat.

kesiur angin bergesekan dengan
hujan merinai, harmoni yang demikian
akrab di telinga. laksana alur kehidupan
semesta yang kerap sesuai porosnya.

aku termangu,
kubayangkan kau juga tengah
menatap sendu, butir-butir yang bikin
kangen tak kunjung lingsir dari punggung waktu.

“betapapun panjang usia,
akan tandas di ujung semesta.
namun do’a akan menjelma cahaya,
menerangi cinta yang baka.”

bersama musim bergulir kita melangkah,
terus melangkah. kau dan aku akan melampaui
penantian ini. tumbuh-kembang cinta yang
telah tersemai tak akan musnah termakan zaman.

bahkan hingga kelak suatu senja yang dingin,
di masa penghabisan; di hadapan sang takdir
lengan akan bergetar memagut maut,
meski tahu, cinta tetaplah kekal.

maka biarkan gerimis kian deras,
lantas luruh putik melati. aroma kerinduan
senantiasa mewangi, mekar menjadi
kembang di nyata dan mimpi.

“kau dan aku sama tahu
tiada yang abadi di dunia ini
selain cinta, namun kita,
telah memilikinya.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s