Kosong

Cangkir kosong, diatas meja dengan tatakan merah muda
Gigil disiang bolong, menanti hujan jatuh dari angkasa
Sebab pada lingirnya ada jejak rindu
Mendekam pilu, nyaris sewarna ungu, sepekat yang dinanti; kelabu.

Kenapa langit berkabung? Namun tak jua turun hujan
Serupa memendam amgan, pada setiap awan mendung
Terlalu lama kemarau, pekarangan kerontang
Tanah retak dan daun daun menguning risau, angin musim barat tak kunjung datang.

Betapa culas semesta, mengelabui musim sedemikian rupa
Berulang menikam angan, menjelmakan kosong
Namun diberanda, cangkir melulu tabah menanti
Dalam hening doa, hingga langit membasahi rongga hati
Sendiri.. Hingga tandas segala sepi.

cangkir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s