sebuah-catatan

Di Jalanan, Di Rumah

Di jalanan. Lampu-lampu berbaris seperti tentara berbaris menyambut kendara borjuis pakai mesin tak pakai mesin berantai berjalan dirantai seperti anjing melolong terkaing-kaing di ujung kampung yang tak banyak pohon rimbun tempat angin berbisik menyampaikan surat cinta palsu, janji palsu, dan diterbangkannya daun ke depan pintu yang menguning−sekuning gigi bandot jelek mengumpat putain pada kaleng kosong di lorong dengan selongsong isi kepala buyar tak sanggup membayar mahal hukum di negeri yang konon katanya tongkat dan kayu jadi tanaman merambat di pagar, di tiang listrik bertengger gagak beranjak ke pohon gundul bekas kolonial si gadis anggun dengan rambut melambai-lambai pada temaram luce della luna menyulap aroma anyir amboi merasuk ke liang hidung dan kalimat manis hanyalah pernak-pernik intelektual samar anak baru gede yang cool ngebul merokok menirukan suara di radio di televisi di socmed mencoret tembok toilet dengan rangkaian huruf: fuck!

 

Di jalanan. Banyak mulut kehilangan kata-kata untuk disampaikan di rumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s