pernikahan

Tentang Pernikahan

Entah kenapa tiba-tiba saya tertarik terhadap salah satu tulisan kawan saya di jejaring media sosial. Mungkin memang sudah saatnya bagi saya untuk melanjutkan perjalanan ini ke jenjang yang lebih serius, pertunangan atau pernikahanšŸ˜€ . Namun yang akan dibahas disini bukan tentang pertunangannya melainkan tentang pernikahan. Kenapa? karena pernikahan merupakan salah satu ibadah yang disyariatkan kepada umat Nabi Muhammad SAWW untuk diamalkan. Bukan cuma untuk menghalalkan lawan jenis sehingga bisa menyatukan dua zat (sperma dan ovum), namun lebih dari itu pernikahan merupakan sebuah wadah yang nantinya Insyaallah mampu menghantarkan kita kepada Sang Maha Cinta.

Setiap insan tentu memiliki pengetahuan dan latar belakang yang berbeda dalam mendalami sebuah pernikahan yang akan ia jalani, sehingga tidak menutup kemungkinan terdapat sesuatu yang diharapkan/ diinginkan dan terbaik menurutmu. Namun di dalam sebuah pernikahan bukan hanya ada satu kepala dengan satu pemikiran lagi, tetapi akan ada seseorang yang menjadi pasangan hidupmu. Dengan berbagai macam pemikiran, ilmu pengetahuan, pengalaman hidup, serta latar belakang yang berbeda, pasanganmu itu juga memiliki pengetahuan tentang apa yang benar-benar ia inginkan dan terbaik menurutnya sama sepertimu.

Karenanya kau harus bisa mengosongkan dan membuang semua yang ada di kepalamu. Kau harus bisa menerima apa yang dipikirkan dan inginkan oleh pasanganmu terlebih dahulu. hanya karena kau berpikir tentang sesuatu yang paling benar dan tepat untuk dilakukan (walau mungkin hal tersebut adalah yang paling benar), jangan kau paksakan apa yang kau pikirkan itu kepadanya begitu saja. Sebagaimana kau dituntut untuk merelakan sebagian pendapatmu, dia juga berada dalam posisi yang sama denganmu untuk meleburkan sebagian pendapat dan egonya. Karena itu bicarakanlah secara baik-baik dan terbuka dengannya dan capailah kesepakatan bersama.

Ikatan pernikahan tidak akan menegasikan hak-haknya sebagai seorang insan yang sama seperti dirimu. Dia akan tetap memilki keinginan, hasrat, dan harapan-harapan pribadi untuk ia capai. Dia akan selalu memiliki sesuatu yang ia sukai dan tidak disukai olehnya. Segala kelebihan dan kekurangannya akan tetap ada padanya sehingga ia juga akan tetap menginginkan dan membutuhkan untuk didengarkan, dihargai, dihormati, dan dicintai. Maka dari itu jangan pernah kau langgar hak-haknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s