rokok

ROKOK DAN TEMBAKAU NUSANTARA DALAM MONOPOLI ASING

Harga rokok yang melambung sangat tinggi dan bahkan ada yang hampir menyamai harga emas membuat beberapa penikmat rokok (termasuk saya sendiri) pusing bukan kepalang. Namun di balik kebijakan pemerintah yang menaikkan harga cukai rokok sebesar Rp. 50.000,- per bungkusnya perlu kita waspadai maksud-maskud tertntu di balik pengambilan keputusan tersebut.

Upaya pemerintah dalam meratifikasi pembatasan tembakau dan menaikkan cukai rokok dengan dalih kesehatan seperti yang digembar-gemborkan negara-negara maju dan WHO sejatinya merupakan ilusi yang mereka ciptakan agar mereka dapat memonopoli tanaman tembakau di seluruh dunia (khususnya di kawasan tropis seperti Indonesia) untuk mereka kembangkan dalam industri farmasi mereka.

Mengapa tanaman tembakau ini begitu spesial? Melalui riset modern saat ini dapat diketahui bahwa tanaman tembakau setelah melalui proses biofarmaka dapat dikembangkan menjadi berbagai macam obat-obatan yang harganya cukup mahal, sehingga memaksa industri farmasi besar di negara-negara maju dan dibantu dengan WHO mengkampanyekan kesehatan dengan tidak merokok dan membatasi tanaman tembakau, tujuannya jelas agar mereka dapat memonopoli tembakau dan peredaran obat-obatan yang dihasilkan dari tembakau (terutama bila obat-obat tersebut dipatenkan).

Penemuan obat Influenza salah satunya ZMapp, dalam bentuk serum, vaksin, dan terapi akhirnya bocor ke publik sehingga menghebohkan dunia dikarenakan bahan dasar obat ini berasal dari tanaman yang cukup banyak terdapat di negara tropis dan bahan ini biasa digunakan oleh masyarakat. Sebagaimana dilansir Reuters dan Koran Kontan (Kamis, 02 Oktober 2012), disebutkan tanaman tembakau merupakan bahan dasar farmasi Influenza mulai dari Flu Burung, Flu Asia, Flu Babi, SARS hingga Ebola. Vaksin Ebola, Ebola Zmapp, ternyata berbahan dasar tembakau (Nicotiana Benthamiana) yang dikembangkan di dalam rumah kaca (keterangan tentang ZMapp juga dapat dibaca melalui Wikipedia). Melalui Bioproses daun Tembakau diolah menjadi bahan dasar dan bahan utama untuk melawan penyebaran virus Influenza dalam penyebarannya di tubuh manusia.

Dr. Arief Budi Witarto M. Eng, peneliti dari Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), penerima penghargaan Fraunhofer-DAAD-Award 2007 dari Jerman untuk riset tentang Tembakau Molecular Farming menyebutkan tembakau sebagai Protein Growth Colony Stimulating Factor (GCSF), ia adalah suatu hormon yang sangat penting dalam menstimulasi produksi darah. Protein pencetus (GCSF) dihasilkan dengan menggunakan tanaman tembakau (Nicotiana spp L). Tembakau yang diambil adalah tembakau lokal dari varietas yang paling sesuai yaitu Genjah Kenongo dan dari total 20 varietas lokal telah ditelitinya. Penelitian Arief dilakukan dengan beberapa ilmuwan dari Jerman dan hasil penelitiannya tersebut menunjukkan bahwa varietas tanaman tembakau lokal itu tingkat produktivitasnya lebih tinggi dibandingkan varietas havana yang diproduksi di luar negeri yang mana tingkat produksi proteinnya dua hingga tiga kali lipat.

Daun tembakau memiliki kandungan anti obesitas dan anti kolesterol. Tembakau mengandung sumber protein yang dapat menstimulasi antibodi terhadap Human Papilloma Virus (HPV), selain itu ada protein lain yang terkandung dalam tembakau bernama Cytokine. Protein Cytokine mampu merangsang aktifnya sel-sel kekebalan dalam tubuh manusia. Produksi protein Cytokine menjadi dua kali lipat lebih banyak bila melalui proses pemurnian.

Ternyata tembakau juga digunakan sebagai sumber utama untuk menghasilkan protein yang bisa digunakan sebagai obat Human Immunodeficiency Virus (HIV) penyebab AIDS, yang disebut Griffithsin. Protein ini menghentikan terbentuknya virus HIV pada tubuh manusia (hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal BMC Biotechnology). Ilmuwan dari beberapa lembaga penelitian Eropa berpartisipasi dalam proyek bertajuk “Pharma-Planta” yang dipimpin Profesor Mario Pezzotti dari Universitas Verona, mereka membuat tembakau transgenik yang memproduksi Interleukin-10 (IL-10), yang merupakan Cytokine anti-radang yang ampuh.

Tembakau juga digunakan sebagai bahan dasar Diametes Meilitus, penelitian menggunakan IL-10 hasil tembakau dalam dosis kecil dapat membantu mencegah kencing manis atau diabetes melitus tipe 1. Diabetes melitus tipe 1 atau diabetes anak-anak dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pankreas. Sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita anak-anak maupun orang dewasa.

Saat ini industri rokok-rokok besar di Indonesia sebagian besar telah dikuasai oleh asing sehingga perlu diwaspadai bahwa maksud dari penguasaan pabrik-barik rokok oleh asing tidak lain digunakan untuk menguasai tanaman tembakau bukan rokoknya. Hal ini dapat dilihat dengan motif tersembunyi pengurangan tenaga kerja SKT Sigaret Kretek Tangan dengan nilai kompensasi yang sangat menggiurkan.

Seperti halnya sebagain besar pabrik-pabrik jamu di Indonesia, pabrik-pabrik tersebut maju dan jaya bukan karena produk jamunya tetapi dengan ekspor empon-emponannya. Demikian juga pabrik rokok saat ini yang mulai mempraktekan pembelian tembakau terkontrol, yaitu pembelian tembakau petani yang telah menerima bibit tembakau dari perusahaan tembakau dengan kualitas tertentu sesuai standar farmasi. Hal ini sudah dipraktekkan dalam empat tahun terakhir, walau harga tembakau naik tetapi petani dan pengepul kesulitan untuk mengakses ke pabrik-pabrik rokok.
Motif politik bisnis ini perlu dicermati dan diwaspadai, karena seperti saya sebutkan di atas, ternyata ekstrak herbal atau empon-emponan dan tanaman obat Indonesia digunakan sebagai bahan dasar obat yang cukup mahal.

Pembatasan dan pelarangan tanaman tembakau serta kenaikan cukai rokok yang cukup besar di Indonesia tentunya akan menguntungkan negara-negara maju dan industri farmasi besar, apabila tanaman tembakau bisa hilang dari muka bumi nusantara akan mengakibatkan Indonesia menjadi negara serba tergantung dan menjadikan rakyat Indonesia pangsa pasar yang cukup menggiurkan. Daripada membatasi tembakau dan menaikkan harga cukai alangkah lebih baik apabila pemerintah menggalakkan praktek merokok yang sehat dan aman. Karena hal tersebut akan menimbulkan keresahan di masyarakat dimana kehidupan rakyat kecil (khususnya mereka para petani tembakau) menjadi semakin tidak menentu dan korporasi-korporasi besar yang didominasi kepentingan-kepentingan asing akan sangat diuntungkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s