Tafsir Falsafah Demokrasi-Pancasila (Berjalan diantara dua kutub polarisasi; kiri dan kanan)

Disadur dari pemikiran M. Dudi Hari Saputra, MA (Ketua Biro Kajian Strategis Golkar Kaltim)

Whatever you think, think the opposite!!!

Filsuf dan Sosiolog Inggris kenamaan, yaitu Bertrand Russel pernah memaparkan kekaguman terhadap Pancasila. Russel menganggap Pancasila adalah sintesis kreatif antara Declaration of American Independence (yang merepresentasikan ideologi demokrasi liberal-kapitalis) dengan Manifesto Komunis (yang merepresentasikan ideologi komunis). Namun sanjungan ini tidak membuat bapak pendiri bangsa, yaitu Sukarno untuk menyetujui sanjungan Russel. Sukarno menganggap bahwa Pancasila adalah karya yang lahir karena kesadaran berbangsa anak negeri, bukan karena diajarkan oleh asing, berikut kutipan pernyataan Sukarno.
Ahli filsafah Inggeris Bertrand Russell yang ulung itulah yang pernah berkata bahwa ummat manusia sekarang terbagi dalam dua golongan. Thomas Jefferson, Golongan lainnya menganut ajaran Manifesto Komunis.

Maafkan, Lord Russell, akan tetapi saya kira tuan melupakan sesuatu. Saya kira Tuan melupakan adanya lebih dari pada seribu juta rakyat, rakyat Asia dan Afrika, dan mungkin pula rakyat-rakyat Amerika Latin, yang tidak menganut ajaran Manifesto Komunis ataupun Declaration of Independence. Camkanlah, kami mengagumi kedua ajaran itu, dan kami telah banyak belajar dari keduanya itu dan kami telah diilhami oleh keduanya itu. Continue reading Tafsir Falsafah Demokrasi-Pancasila (Berjalan diantara dua kutub polarisasi; kiri dan kanan)

Advertisements