Rentang Waktu

Rentang waktu, terkadang membuat kita lupa
Bahwa kita semakin dewasa
Rentang waktu, terkadang membuat kita lupa
Bahwa kita telah melanggar titah Yang Kuasa.

Rentang waktu, terkadang membuat kita sadar
Bahwa kita hanya manusia yang tak punya apa-apa
Selain jasad yang tak berguna
Rentang waktu, terkadang membuat kita sadar
Bahwa Tuhan tidak melihat harta dan rupa
Melainkan hati yang ada di dalam dada dan amal jasad yang lata.

Walau Einstein berkata bahwa, “Rentang waktu itu berbeda, tergantung dalam keadaan apa kita berada”
Namun Tuhan telah berkata, “Hanya Akulah yang tahu umur manusia”
Sekular barat berkata, “Waktu adalah dollar di dalam kantung”
Namun Hasan Al-Bana berkata, “Waktu adalah pedang, potong atau terpotong”.

Waktu, alam terus menari dalam simfoninya
Waktu, umur manusia didikte olehnya
Waktu, setiap detaknya
Memakukan kita di persimpangan jalan.

Advertisements

Mie Ongklok – Ikon Kuliner Kota Wonosobo

6759261739_f2ddefd9ae_b
Warung kecil di depan sebuah rumah di Jalan Pasukan Ronggolawe Wonosobo itu nampak biasa saja. Tempatnya tidak begitu luas dan propertinya pun tidak mewah. Namun hampir semua penduduk Wonosobo dan Dieng menyebutkan warung Mie Ongklok Longkrang sebagai referensi tempat makan mie ongklok yang enak dan khas. Tidak banyak berbeda dengan jenis olahan mie lainnya, bahan utama mie ongklok adalah mie kuning dan sayuran. Bedanya, bila yang lain menggunakan sawi, maka mie ongklok mencampurkan kubis dan kucai mentah. Jika biasanya mie harus direbus terlebih dahulu, maka untuk menyajikan mie ongklok, mie bersama kubis dan kucai mentah cukup dimasukkan ke dalam semacam saringan dari bambu dan di “ongklok-ongklok” atau dicelupkan berkali-kali ke dalam air mendidih.

Kuah yang dipergunakan pun berbeda. Mie dan sayuran ditata di dalam mangkuk kemudian disiram dengan dua jenis kuah. Kuah pertama adalah kuah kental berwarna cokelat yang dibuat dari campuran saripati singkong, gula merah, ebi, dan resep rahasia lainnya. Setelah itu mie disiram lagi dengan kuah bumbu kacang. Taburan merica bubuk dan bawang goreng melengkapi penyajian mie ongklok ini. Semangkuk mie ongklok pun siap disantap. Rasanya gurih dan agak manis. Kuah yang kental memberikan sensasi tersendiri di lidah. Bila menginginkan rasa pedas, telah tersedia cabai rawit hijau yang telah dihaluskan langsung di dalam sebuah mangkuk.

Mie ongklok ini tidak hadir sendiri. Selalu ada satu porsi sate sapi yang menemani. Apakah harus sapi? Ya, Pak Waluyo yang telah mengelola warung mie ongklok Longkrang selama 18 tahun meneruskan usaha ayahnya ini telah mencoba berbagai jenis sate, namun sate sapi lah yang paling cocok untuk mendampingi mie ongkloknya. Rasa dan tekstur dagingnya dinilai paling pas di lidah. Selain itu tempe kemul khas Wonosobo dan cireng alias aci (kanji) digoreng juga menjadi menu pendamping yang semakin menggugah selera. Kesemuanya menghadirkan perpaduan kuliner yang dijamin akan membuat lidah lumer merasakan kelezatannya.

Yang paling membuat saya bersyukur adalah porsinya yang lumayan, pas sebagai santapan di sore hari. Meskipun demikian tidak ada larangan untuk memesan porsi tambahan jika Anda sedang benar-benar lapar. Mie ini juga bagus untuk kesehatan. Kucai yang dicampurkan didalamnya terbukti secara ilmiah sebagai anti-hipertensi. Hal ini disebabkan oleh senyawa tetrametiloksamida dan ester 17-etadekadesenil. Efek antihipertensi kucai setara dengan atenolol dosis 25 mg yang sering diresepkan dokter untuk menurunkan hipertensi. Sementara itu kubis sudah terkenal memiliki ribuan khasiat sejak jaman Hipokrates tahun 460-377 SM. Kandungan zat aktif sulforafan dan histidine-nya dapat menghambat pertumbuhan tumor, mencegah kanker kolon dan rektun, detoksikasi senyawa kimia berbahaya, serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan kanker. Ditambah lagi dengan kandungan asam amino dalam sulfurnya yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol yang tinggi, menenangkan saraf, dan membangkitkan semangat. Jadi jangan remehkan semangkuk mie ongklok ini, karena khasiat yang dikandungnya ternyata sangat luar biasa.

Epik Karbala Dan Kekalnya Pesan Imam Husain as

Kehidupan manusia berlalu dengan berbagai peristiwa dan fenomena. Akan tetapi, ada sebagian peristiwa yang tidak memudar seiring dengan berlalunya masa, bahkan semakin terang menyinari pemikiran dan pandangan umat manusia. Pada tahun 61 hijriah, sejarah mencatat sebuah peristiwa besar yang meski telah berabad-abad berlalu, namun masih menjadi inspirasi dalam transformasi politik dan sosial sepanjang masa. Kita sedang berbicara tentang kebangkitan epik Imam Husein as di padang Karbala.

Sebuah perjuangan epik yang tidak pernah usang termakan masa, bahkan semakin meluas menembus batas-batas geografi dan menjadi inspirasi untuk semua golongan. Di bulan Muharram ini, kita menyampaikan salam sejahtera kepada Imam Husein as dan para pahlawan Karbala. Salam kepada Imam Husein as yang telah menunjukkan pelajaran hidup yang kekal untuk umat manusia. Salam kepada Imam Husein as dan para sahabatnya yang setia, mereka yang telah mementaskan perjuangan heroik demi Islam.

Imam Husein as memulai gerakannya ketika budaya dan ajaran Islam yang murni sedang terancam penyimpangan. Imam Husein as menyaksikan bagaimana tujuan-tujuan yang diperjuangkan Rasulullah Saw terlupakan secara gradual, serta bagaimana pemerintahan Bani Umayah telah menguasai masyarakat dengan menggunakan uang maupun kekuatan.

Mengingat salah satu tugas dan tanggung jawab pemimpin dalam Islam adalah membimbing, Imam Husein as bangkit melawan penyimpangan untuk mengembalikan umat ke jalan kebenaran. Oleh karena itu beliau mengatakan, “Ketahuilah bahwa mereka (Bani Umayah) selalu bersama setan, meninggalkan perintah Allah Swt dan melakukan kefasadan secara terang-terangan. Mereka telah melanggar batasan Allah dan merampas harta milik masyarakat, mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah Swt.”

Ucapan Imam Husein as itu menunjukkan bahwa gerakan beliau adalah dalam rangka menghidupkan dan memperkokoh nilai-nilai agama dalam masyarakat. Menyikapi kerancuan dalam masyarakat, Imam Husein as berkata, “Ya Allah! Kau sendiri tahu bahwa apa yang telah kami tunjukkan bukan demi persaingan atau kekuasaan, tidak pula demi duniawi. Melainkan untuk tegaknya agama-Mu, demi mengislah persada bumi-Mu, demi menenteramkan hamba-hamba-Mu yang tertindas sehingga dapat mengamalkan kewajiban dan hukum-hukum agama-Mu.”

Ucapan Imam Husein as telah menjelaskan runtuhnya spiritualitas dalam masyarakat Islam di masa itu. Di sisi lain, penimbunan kekayaan oleh para penguasa, perluasan bid’ah, terlupakannya wasiat Rasulullah, dan pengenyampingan Ahlul Bait Nabi as,  semua faktor tersebut sedang menyeret masyarakat Islam kembali ke jurang kegelapan era jahiliyah. Pada era pemerintahan Bani Umayah, status kesukuan yang sangat ditentang oleh Rasulullah dihidupkan kembali. Masyarakat dengan cepat sedang membangkitkan budaya-budaya jahiliyah, yang telah dimusnahkan dengan risalah Islam yang disampaikan Rasulullah. Ajaran agama Islam benar-benar sedang terancam.

Sunnah dan agama ditafsirkan dengan penyimpangan, pemalsuan hadis dan berita-berita bohong meluas, bahkan tak jarang masyarakat meragukan nilai-nilai hakiki dalam agama Islam. Bani Umayah menyebarkan hadis-hadis palsu dari Rasulullah Saw dan para sahabat beliau,  guna meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah pewaris hak kepemimpinan umat dari Nabi Muhammad Saw.  Di sisi lain, kesombongan dan kerakusan Bani Umayah telah menciptakan jurang perekonomian masyarakat yang sangat dalam. Sedemikian rupa sehingga yang tampak dalam masyarakat Islam saat itu adalah makna sejati kekayaan dan kemiskinan. Dengan kata lain, tidak ada kelompok menengah dalam masyarakat. Kondisi tersebut mencapai puncaknya pada era pemerintahan Yazid bin Muawiyah.

Represi politik di era kekuasaan Bani Umayah sedemikian sadis sehingga tidak ada orang yang berani mengemukakan keberatan sedikit pun untuk menuntut haknya. Bahkan banyak tokoh masyarakat dan ulama yang memilih untuk bungkam. Mereka juga mengimbau Imam Husein as untuk berdamai.

Secara lahiriyah semua orang menunaikan shalat,  berpuasa, dan melaksanakan haji, akan tetapi mengapa amalan ibadah tersebut tidak berdampak sedikit pun? Mengapa masyarakat tidak menunjukkan reaksi atas perkembangan sosial dan politik di sekitar mereka? Dengan kata lain, mereka telah menjauh dari hakikat agama. Kebodohan dan ketidakawasan masyarakat terhadap perkembangan politik-sosial, telah menyulitkan mereka untuk membedakan antara kebatilan dan kebenaran.

Di sisi lain, materialisme telah membutakan mata masyarakat sampai Imam Husein as mengatakan, “Kalian memperhatikan bagaimana janji-janji ilahi terlanggar, akan tetapi kalian tidak mengatakan sesuatu dan tidak pula merasa takut, sementara kalian mengeluh ketika terjadi pelanggaran terhadap perjanjian ayah-ayah kalian, akan tetapi kalian tidak peduli atas pelanggaran terhadap perjanjian Rasulullah Saw.”)Tahiful Uqul halaman 237)

Lalu dalam kondisi sedemikian parah ini, apa yang dapat menyelamatkan agama dari cengkeraman kaum mufsidin? Imam Husein as menyaksikan  kondisi tersebut beliau berpendapat bahwa harus dilakukan penyelamatan menyeluruh baik dari sisi spiritualitas, ideologi, politik maupun sosial masyarakat Islam.

Sebuah gerakan berdimensi budaya dan kemasyarakatan saja tidak akan mampu menyelesaikan masalah yang sudah sedemikian kronis. Maka untuk masalah ini diperlukan langkah menyeluruh. Pertama adalah tidak mengakui pemerintahan Yazid (Bani Umayah) dan kedua adalah menebus aksi perlawanan tersebut.

Melalui kebangkitannya, Imam Husein as mengecam pemerintahan zalim dan menunjukkan sistem pemerintahan ilahi yang dipegang oleh seorang imam yang adil dan saleh. Beliau menjelaskan hukum Islam dan menukil hadis Rasulullah Saw, “Barang siapa yang melihat seorang penguasa zalim yang mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah Swt, dan dia diam tidak menunjukkan reaksi, maka Allah berhak menempatkan orang itu di posisi penguasa lalim (neraka).” (Tahiful Uqul halaman 505)

Imam Husein as menyadari fakta ini bahwa para penguasa zalim dan fasid mengklaim diri sebagai pihak yang paling berhak untuk memimpin umat dan berkuasa. Mereka berusaha menghidupkan kembali era jahiliyah jilid baru dengan sampul yang berbeda. Mereka mengharamkan apa yang telah dihalalkan oleh Allah Swt dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu Imam Husein as dalam mengungkap tujuan mereka, beliau mengatakan: “Aku keluar untuk mengislah umat kakekku, aku ingin menegakkan amar makruf dan nahyu munkar dan bersikap sesuai sirah dan sunnah Rasulullah Saw.”

Ketika Imam Husein as menegaskan bahwa filsafat gerakan beliau adalah islah umat dan dalam rangka menghidupkan kembali sirah dan sunnah Rasulullah Saw. Artinya, pesan Imam Husein as kepada masyarakat adalah “kalian telah menjauh dari sunnah Nabi Saw.” Imam Husein mengetahui dengan baik bahwa penyimpangan tersebut mengancam pondasi Islam dan jika berlanjut, maka betapa banyak maarif Islam yang akan tersingkirkan dan pada akhirnya Islam hanya akan menjadi sampul.

Ketika orang seperti Yazid bin Muawiyah telah menunjukkan penentangannya terhadap agama di depan publik dengan memanfaatkan posisinya sebagai khalifah, maka tidak ada ruang lagi bagi Imam Husein untuk membiarkan hal ini berlanjut. Karena proses tersebut pada akhirnya akan menghanguskan seluruh jerih payah dan perjuangan Rasulullah Saw dalam menyampaikan risalah Islam.

Gerakan Imam Husein as pada hakikatnya adalah sebuah peringatan. Peringatan yang berlaku di setiap era dalam sejarah, bahwa setiap perjuangan umat Islam terinspirasi dari heroisme epik Imam Husein  as dalam menunjukkan hakikat agama samawi ini. Oleh karena itu, dalam banyak analisa tentang kebangkitan Imam Husein as di padang Karbala disebutkan bahwa beliau telah menghidupkan kembali Islam.

Merawat Gitar Akustik

Ar_gitar
Anda punya gitar akustik? Mungkin tips ini berguna bagi kalian yang ingin merawat dengan baik gitar kesayangannya. Gitar khususnya akustik sangat sensitif. Sedikit saja debu yang melekat sudah berpengaruh banyak terhadap perubahan karakter sound yang dihasilkan. Gitar akustik yang sering dipakai malam hari apalagi outdoor tanpa ada perawatan, juga bisa mengakibatkan perubahan suara gitar. Memakai gitar dengan tangan yang sering berkeringat juga bisa mempengaruhi Continue reading Merawat Gitar Akustik

Gemini Yang Tersesat Waktu

geminifj6

Seiris bulan tergantung di langit ujung sebelah kanan jendela balkon. Seperti sepotong semangka pucat yang agak terlalu kecil dari penjual yang kikir. Beberapa kerdip bintang tercecer tak berpola di sekitarnya, layaknya remah-remah roti yang ditumpahkan kanak-kanak. Bagi sebagian orang, mestinya dini hari ini indah. Namun aku memandanginya dengan air muka hampa. Tak tahu mesti merasa apa. Kunaikkan lilitan selimut putih hotel di pingggangku, satu-satunya kain yang membebatku. Masih bisa kurasakan bau kulitnya Continue reading Gemini Yang Tersesat Waktu

Tujuh Macam Cakra Manusia

220px-aang_official

Saya terinspirasi menulis artikel ini dari film kartun Avatar: The Legend of Aang. Film ini sudah sangat populer di Indonesia. Sejak Global TV menyiarkannya tiap pagi dan sore, ternyata tidak sedikit yang menyukai film ini. Bahkan mentor filsafat sekaligus guru komputer saya saat SMA senang menonton film ini dengan rasa antusiasme tinggi. Dan pada saat tertentu kami banyak membicarakannya.

Pertama kali pertemuan saya dengan film ini, yakni ketika saya menonton episode pertama (The Boy in the Iceberg), tidak ada kesan khusus yang saya rasakan. Yang saya rasakan saat itu sama seperti ketika saya menonton film kartun yang lain. Namun, ketika saya Continue reading Tujuh Macam Cakra Manusia

Memoar Melodi

Hujan. Satu persatu rintik-rintik yang kian menajam jatuh menembus udara. Jemari bermain – main di atas tuts – tuts hitam putih begitu tenang, dalam kesendirian — kesepian. Klasik, demikian klasik. Betapapun batu-batu yang digunakan untuk membangun anak-anak tangga itu sangat kokoh, tapi tetap akan lebur juga menjadi puing, hanya tersisa debu-debu di sela reruntuhan yang membikin sulit untuk menghirup udara segar. Serupa takyin kehendak marxist, namun gagasan kapitalisme begitu mengakar.

Keyboard Keys Close Up Continue reading Memoar Melodi

Solusi Saat Ponsel Low-Bat

Anda yang sering mengalami gangguan signal tatkala sedang berkomunikasi menggunakan handphone disebabkan lemahnya bateri handphone, ada baiknya memperhatikan hal-hal teknis seputar penggunaan baterei agar tetap awet dalam menyimpan arus listrik. Tentu saja menyebalkan jika baterei ponsel lemah dayanya ( low battery ) sehingga mengganggu komunikasi yang sedang kita bicarakan dengan teman atau keluarga.

Seperti diketahui ponsel lemah daya dikarenakan baterei sudah lama tidak di chas dan saat bepergian keluar rumah, tiba-tiba tidak ada colokan untuk mengisi daya baterei. Sebenarnya ada beberapa solusi untuk merawat baterei agar awet dalam menyimpan daya arus listrik. Perlu diketahui bahwa baterei mempunyai usia pakai.

Usia pakai bisa berkurang lebih cepat dari perkiraan karena seringnya ponsel digunakan. Ini masuk akal karena permakaian yang terus menerus akan menyebabkan baterei cepat habis cadangan arus listriknya. Di samping itu juga cepatnya usia bateri ponsel mengalami penurunan kinerja, karena kita sering mengecas ponsel terlalu lama. Continue reading Solusi Saat Ponsel Low-Bat